Premis: Pemahaman yang Mendalam dalam Percakapan Sehari-Hari
Premis adalah istilah yang sering digunakan dalam logika untuk merujuk pada kalimat atau proposisi yang dijadikan dasar penarikan kesimpulan. Dalam konteks percakapan sehari-hari, premis sering kali digunakan tanpa disadari untuk membangun argumen atau pendapat. Artikel ini akan membahas bagaimana premis digunakan dalam percakapan sehari-hari, cara memahami premis dengan lebih mudah, serta apa itu premis yang valid dalam struktur argumen.
Premis dalam Percakapan Sehari-Hari
Percakapan sehari-hari seringkali melibatkan premis tanpa kita sadari. Misalnya, ketika seseorang mengatakan, "Jika kamu rajin belajar, maka kamu akan mendapat nilai bagus," kalimat ini menggunakan premis yang berupa pernyataan implikasi. Dalam contoh ini, premisnya adalah "Jika kamu rajin belajar, maka kamu akan mendapat nilai bagus" dan "Kamu rajin belajar." Kesimpulannya adalah "Kamu akan mendapat nilai bagus." Ini adalah contoh modus ponens, salah satu bentuk penalaran logis yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Premis juga digunakan dalam perdebatan atau diskusi informal. Ketika seseorang mengatakan, "Semua koruptor tidak disenangi," ini adalah premis mayor. Jika kemudian dikatakan, "Sebagian anggota DPR adalah koruptor," ini adalah premis minor. Kesimpulannya adalah "Sebagian anggota DPR tidak disenangi." Contoh ini menunjukkan bagaimana premis digunakan untuk membangun argumen yang lebih kuat.
Mengerti Premis dengan Mudah
Mengerti premis bisa menjadi lebih mudah jika kita memahami konsep dasarnya. Premis adalah kalimat yang dianggap benar dan digunakan sebagai landasan untuk menarik kesimpulan. Dalam logika matematika, premis dibagi menjadi dua jenis utama: premis mayor dan premis minor. Premis mayor memiliki term yang menjadi predikat, sedangkan premis minor memiliki term yang menjadi subjek. Contoh yang sering digunakan adalah:
- Premis Mayor: Setiap makhluk hidup pasti mati.
- Premis Minor: Harimau adalah makhluk hidup.
- Kesimpulan: Harimau pasti mati.
Dengan memahami struktur ini, kita bisa lebih mudah memahami bagaimana premis digunakan dalam argumen.
Premis yang Valid dalam Struktur Argumen
Premis yang valid adalah premis yang benar dan relevan dengan kesimpulan yang akan ditarik. Dalam struktur argumen, premis harus mendukung kesimpulan secara logis. Misalnya, jika kita ingin menyatakan bahwa "Semua siswa yang rajin belajar akan lulus," premis yang valid adalah:
- Premis 1: Jika siswa rajin belajar, maka mereka akan lulus.
- Premis 2: Siswa X rajin belajar.
- Kesimpulan: Siswa X akan lulus.
Premis yang valid memastikan bahwa argumen kita kuat dan dapat dipercaya. Jika premis salah atau tidak relevan, kesimpulan yang dihasilkan juga akan salah atau tidak dapat dipercaya.
Contoh dan Penerapan
Untuk memahami lebih baik bagaimana premis digunakan dalam percakapan sehari-hari, mari kita lihat beberapa contoh lain:
Modus Tollens: Jika kamu tidak rajin belajar, maka kamu tidak akan mendapat nilai bagus. Kamu tidak mendapat nilai bagus. Kesimpulannya adalah kamu tidak rajin belajar. Contoh ini menunjukkan bagaimana premis digunakan untuk menarik kesimpulan berdasarkan kondisi tertentu.
Silogisme Hipotetik: Jika hujan, maka Risma naik mobil. Sekarang hujan. Kesimpulannya adalah Risma naik mobil. Contoh ini menunjukkan bagaimana premis hipotetik digunakan dalam argumen.
Premis adalah dasar penting dalam membangun argumen, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam logika matematika. Dengan memahami bagaimana premis digunakan dan memastikan bahwa premis kita valid, kita dapat membangun argumen yang kuat dan logis. Premis bukan hanya sekedar istilah akademis, tetapi juga alat yang berguna dalam berkomunikasi efektif dan membangun pendapat yang masuk akal.